position: absolute;top: 0;left: 0;z-index: 3000;cursor: default;} #outerCircleText div {position: relative;} #outerCircleText div div {position: absolute;top: 0;left: 0;text-align: center;}

Sunday, November 5, 2017

DPR Mulai Jadwalkan Tahapan Pembangunan Gedung Baru


JAKARTA - DPR akan memulai tahapan proyek penataan kawasan parlemen, setelah pada Senin 27 Oktober 2017 mengundang arsitek pemenang sayembara yang dilakukan DPR pada pertengahan 2015 lalu. 

Kendati demikian akan ada penyesuaian desain arsitektur dari gambar yang dibuat oleh pemenang sayembara.

"Kalau Senin kemarin itu kita hanya me-refresh masalah gedung yang akan disiapkan untuk penataan parlemen, yang dipanggil adalah pemenang sayembara. Jadi konsultan belum sampai, kita merefresh karena anggaran baru dikasih diberikan 2018 besok. Jadi belum ada gedungnya seperti apa, belum ada," tutur Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal DPR Damayanti di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (3/11/2017).

Damayanti menjelaskan, rapat sebelumnya untuk mengingatkan kembali DPR atas desain arsitektur yang dibuat oleh pemenang dalam konsep penataan kawasan parlemen. 

Dia menjelaskan, konsep yang digunakan adalah konsep pemenang kedua, karena konsep pemenang pertama tidak sesuai dengan harapan DPR lantaran masih ada sejumlah kekurangan.

"Kalau gambar dari pemenang pun ada, itu nanti jadinya enggak kayak begitu, apa ketinggian, kurang lebar, itu dibicarakan lagi di perencanaan. Enggak bisa langsung besok bangun," ucapnya.

Adapun agenda terdekat, menurutnya, Deputi Administrasi Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR tengah menyiapkan jadwal untuk proses-proses selanjutnya. 

Misalnya, ketika awal 2018 dimulai apa yang akan dilakukan, apakah melakukan lelang konsultan perencana, kemudian kapan kemungkinan akan mulai membangun, dan apakah akhir tahun sudah bisa dimulai itu tergantung Deputi Perencanaan.

"Kalau gambar-gambar sudah selesai itu baru bisa kita bangun. Kita kayak bangun rumah, gambar dahulu. Gambar saja belum ada," ujarnya.

Karena itu, Damayanti mengaku belum bisa mengungkapkan target penyelesaian pembangunannya karena masih dijadwalkan. Terlebih, pemerintah baru mengakomodir program itu dalam APBN 20018 padahal DPR sudah membuat perencanaan sejak lama, dan perlu juga menunggu hasil kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR)

Namun demikian, Damayanti sedikit memberikan bocoran mengenai desain pembangunan gedung DPR. Gedung baru nanti kemungkinan akan dibangun di bagian belakang DPR di area parkir motor terbuka. Namun, halaman depan DPR tetap dari Jalan Gatot Subroto.

"Kalau gedung di belakang aksesnya bisa dari belakang biar lebih gampang tapi kalau tamu negara tetap dari depan," tandasnya.

BNN Ungkap Pengiriman Sabu 133 Kg dan Ribuan Ekstasi Asal Malaysia


Jakarta - BNN berhasil membongkar jaringan narkotika internasional asal Malaysia-Aceh Timur. Sebanyak 133 kg sabu dan 8.500 butir ekstasi berhasil diamankan.

"Tim BNN berhasil mengungkap tindak pidana Narkotika dari jaringan Malaysia-Aceh yang masuk melalui jalur laut," kata Deputi pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, dalam keterangannya, Minggu (5/11/2017).

Arman menjelaskan penangkapan dilakukan pada hari Sabtu (4/11) dan Minggu (5/11) di Dusun Tanjung Mulia Kelurahan Alue Dua Muka, Aceh Timur, pada pukul 01.30 WIB. Seorang pelaku bernama Rahmad Ahyan (20) ditangkap saat penggerebekan itu.

"Barang bukti Narkotika masuk dari wilayah Malaysia ke wilayah RI melalui jalur laut dengan menggunakan kapal nelayan yang berangkat dari Pelabuhan Idi Rayeuk ke Malaysia," jelas Arman. 

Dari hasil pengembangan, pelaku menyembunyikan barang haram itu di dalam perkarangan rumahnya. Hingga saat ini BNN masih menyelidiki adanya jaringan narkoba lainnya asal Malaysia-Aceh itu.

"Masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lainnya," tutupnya.

Saturday, November 4, 2017

Beton Jatuh Timpa Motor, Ini Penjelasan Lengkap PT MRT Jakarta


Jakarta - Beton pagar pembatas atau parapet jalur MRT di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, jatuh dan menimpa satu unit motor dan satu unit mobil. PT MRT Jakarta melakukan investigasi dan menemukan sejumlah hal.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (4/11/2017), PT MRT Jakarta menjabarkan 10 hal terkait insiden ini. Jatuhnya beton ini akibat crane yang tidak stabil.

PT MRT Jakarta mengaku serius menyikapi kejadian ini. MRT Jakarta akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menerapkan sanksi kepada pihak yang paling bertanggung jawab dalam kejadian ini, salah satu sanksinya kepada operator Truck Mounted Crane

Berikut pernyataan lengkap PT MRT Jakarta terkait insiden jatuhnya beton ini tanpa di-edit:

1. Pada pukul 20.50, material OCS Parapet (tembok pembatas jalur layang) dengan berat 3 ton mulai diangkat dengan Truck Mounted Crane untuk dipasang di jalur kereta layang , ketika pengangkatan OCS Parapet tersebut di ketinggian 20 cm dan melakukan pemindahan, namun dengan tiba-tiba kondisi boom (lengan crane) goyang sehingga Operator gagal untuk mengontrol posisi boom yang mengakibatkan boom memanjang sehingga radius boom melebihi yang seharusnya sampai dengan ± 8 m, dan kemudian mengakibatkan Crane tidak dapat berdiri dengan stabil saat mengangkat OCS. Hal ini menyebabkan material OCS yang sedang diangkat terjatuh.

2. Pukul 20.52 terjadi insiden yaitu jatuhnya OCS di atas jalan raya yang mengenai mobil dan sepeda motor (pengendara sepeda motor menghindari jatuhnya OCS tersebut). Pada saat kejadian, tim konstruksi dibawah girder, belum mempersiapkan traffic management (memasang barikade dan rambu lainnya) karena pada waktu itu, pekerjaan diatas girder seharusnya masih pada tahap handling material yang belum berdampak pada lalu lintas dibawah girder.

3. OCS Parapet ini menimpa kendaraan bermotor roda dua dan membentur mobil Daihatsu Xenia.

4. Pengendara motor atas nama Pak Syamsudin hanya mengalami Luka memar dan lecet dan korban telah diberi obat dan diperban pada bagian kaki oleh pihak RS. Korban sudah diijinkan untuk pulang malam itu juga.

5. Terdapat kerusakan pada bagian belakang (sisi kiri) mobil, yaitu lampu belakang sebelah kiri dan kaca sebelah kiri pecah serta goresan pada badan mobil sebelah kiri. Kondisi pengendara mobil tidak mengalami luka.

6. Semua kerugian material dan biaya pengobatan ditanggung seluruhnya oleh kontraktor.

7. Kejadian ini terjadi akibat kondisi pekerjaan Lifting Plan yang dibuat tidak spesifik untuk pekerjaan pemasangan parapet dari atas girder dan tidak mengikuti Risk Assessment – Job Safety Analysis dan Lifting Plan yang sudah tercantum dalam Method Statement, yaitu lifting boom yang terlalu panjang. Selain itu kurang adanya pengawasan dari Supervisor di lapangan mengakibatkan kejadian ini.

8. Atas kejadian ini kami mengambil tindakan dengan memperbaiki lifting plan dan method statement untuk instalasi OCS parapet diatas girder, agar lebih detail dan spesifik, melakukan re-training untuk seluruh Operator, melakukan re-training mengenai lifting operation untuk seluruh pekerja, melakukan traffic management sebelum melakukan pengangkatan, yaitu pada saat mulai persiapan pekerjaan lifting, memperbaiki sistem komunikasi dan koordinasi serta komando yang jelas untuk setiap grup pekerjaan pemasangan parapet, menambah jumlah flagman yang mengatur traffic management dan melakukan perbaikan pada struktur yang terdampak dari kejadian.

9. Atas insiden ini pihak PT MRT Jakarta melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem safety (keselamatan kerja) guna memperbaiki seluruh sistem dan metode kerja dalam proses pengerjaan proyek MRT Jakarta.

10. PT MRT Jakarta mengambil sanksi utk mengeluarkan operator Truck Mounted Crane (poin 1) serta demerit poin terhadap kontraktor.

Gudang Barang di Bekasi Terbakar



Jakarta - Sebuah gudang penampungan barang di Kota Bekasi, Jawa Barat, malam ini terbakar. Kebakaran tersebut terjadi di Mustika Jaya, sekitar pukul 18.30 WIB.

"Lokasi kebakaran di Jl Mustikasari, Bekasi, kita dapat laporan dan sekarang masih upaya pemadaman. Infonya yang terbakar gudang penampungan," ujar petugas Polres Bekasi Kota, Aiptu Ananto, saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (4/10/2017).

Ananto mengatakan, tempat yang terbakar adalah gudang penampungan barang-barang. Dia menjelaskan, ada 4 unit pemadam yang meluncur ke lokasi.

"Sudah kita laporkan dinas pemadam dan4 unit sudah meluncur," ucapnya.

Namun, mengenai penyebab, Ananto belum mengetahui. Hingga pukul 19.30 WIB, api masih berkobar di lokasi.

"Belum tahu penyebabnya, sekarang masih fokus pemadaman dan evakuasi orang sekitar," tuturnya.

Friday, November 3, 2017

Peringati 1 Tahun 411, Massa Mulai Datangi Masjid Al Azhar


Jakarta - Massa alumni 212 memperingati 1 tahun aksi 411. Mereka mulai berdatangan ke Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (4/11/2017), massa mulai tiba di lokasi sejak pukul 03.30 WIB. Mereka tampak mengenakan pakaian serba putih.

Sebagian massa yang datang langsung menuju tempat wudhu dan masuk ke dalam masjid. Sebagian lain masih terlihat berkumpul di luar masjid.

Belum terlihat penjagaan ketat dari aparat kepolisian di lokasi. Hanya petugas keamanan masjid yang berjaga di pintu gerbang maupun di dalam area pekarangan.

Rencananya, mereka akan melakukan shalat subuh berjamaah dan dilanjutkan dengan diskusi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga diundang dalam acara ini namun belum tampak hadir.

"Pembicaranya itu ada Pak Anies Baswedan juga diundang untuk pembicara. Itu Gerakan Salat Subuh Berjemaah," kata Tim Advokasi GNPF Kapitra Ampera saat dihubungi detikcom, Jumat malam (3/11). 

Coba Bunuh Diri, Oknum PNS di Tangerang Lompat dari JPO Tol Merak



Tangerang - Munji (40) diduga malakukan percobaan bunuh diri di Tol Tangerang-Merak KM 34, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Korban yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu melompat dari jembatan penyeberangan orang (JPO).

"Percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan penyeberangan orang (JPO) Tol Tangerang-Merak KM 34," kata Kapolsek Cikupa, Kompol Idrus, dalam keterangannya, Jumat (3/11/2017).

Korban ditemukan tergeletak di jalan tol tadi sore sekitar pukul 15.30 WIB oleh petugas tol. Dia ditemukan dalam kondisi patah tulang.

"Akibat percobaan bunuh diri tersebut korban mengalami luka patah di tangan sebelah kiri dan punggung," lanjut Idrus.

Korban yang selamat dari maut lalu dibawa petugas tol ke RSU Kabupaten Tangerang. Menurut keluarga korban, Munji sedang mempunyai masalah pribadi.

"Menurut keterangan keluarga, korban sedang mempunyai masalah pribadi dan korban tidak terbuka terhadap keluarga ketika mempunyai permasalahan," pungkasnya.

Wednesday, November 1, 2017

Sakit Hati, Pria di Riau Bacok Leher Tetangga Hingga Tewas


Pekanbaru - Pria berinisial Bi tega membunuh tetangganya sendiri dengan cara memenggal lehernya. Bi membunuh korban, Samurdi, lantaran sakit hati. 

"Peristiwa ini terjadi di tengah perkebunan sawit milik milik orang tua tersangka. Alasan tersangka membunuh, hanya karena merasa sakit hati terhadap ucapan korban," kata Kapolres Inhil AKBP Dolifar Marpaung kepada wartawan, Rabu (2/11/2017). 

AKBP Dolifar menjelaskan, Bi merupakan warga Desa Saka Palas Jaya Kecamatan Pelangiran, Inhil Riau. Bi dan Samurdi tinggal satu kampung. Peristiwa pembunuhan terjadi pada Rabu (1/11) pagi. 

Sementara itu, Kapolsek Pelangiran, Iptu Mahamad Rafi menyebut lokasi pembunuhan berada di kebun sawit milik Safarudin yang tak lain orang tua tersangka. Saat itu korban bekerja untuk memanen buah sawit milik Safarudin.

"Korban saat itu akan bekerja untuk memanen kebun milik Safarudin. Tak lama setelah itu, tersangka Bi datang ke kebun tersebut," ujar Rafi.

Sumardi dan Bi kemudian terlibat adu mulut. Rafi tak menjelaskan penyebab adu mulut tersebut. 

"Saat tersangka datang ke kebun sawit, terjadi perang mulut dengan korban Sumardi. Pertengkaran mulut membuat tersangka sakit hati. Ditambah korban meludah di depan pelaku," tutur Rafi.

Melihat sikap korban yang dianggap tidak etis, sambung Rafi, tersangka akhirnya mengambil parang orang tuanya yang tertancap di batang pohon sawit. Dengan emosi, parang tajam itu lantas dibacokan.

"Korban meninggal di tempat. Pelaku lantas melarikan diri. Namun siangnya jam 11.30 WIB, tersangka berhasil kita amankan dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Rafi.

Lagi, Gempa 4,7 SR Guncang Ambon


Jakarta - Ambon kembali diguncang gempa. Kali ini gempa diketahui berkekuatan 4,7 skala Richter (SR). 

Berdasarkan informasi dari BMKG, Rabu (1/11/2017), gempa terjadi sekitar pukul 21.50 WIB. Gempa berlokasi di 3.76 LS dan 127.74 BT. 

Pusat gempa berada di 48 km sisi barat Ambon. Gempa berada di kedalaman 10 km. 

Rentetan gempa terjadi sejak Selasa (31/10) kemarin. BMKG memantau rentetan gempa yang mengguncang wilayah Ambon, Maluku ini. Tercatat sudah ada 63 gempa susulan dari Selasa (31/10) malam hingga Rabu (1/11) pagi.

"Hasil monitoring BMKG hingga Rabu pagi (1/11) sudah terjadi 63 aktivitas gempa susulan. Dilihat sebarannya, nilai magnitudonya, tampak bahwa tren besaran magnitudo sudah mengecil dan frekuensi kejadiannya pun terus menurun," ucap Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Rabu (1/11).

"Fenomena aktivitas gempa yang terjadi secara beruntun sebelum terjadi gempa utama semacam ini dalam ilmu gempa merupakan hal biasa," imbuh Daryono